" Renungan Malam "

Sembari menunggu datangx pagi q coba menorehkan sdikit tinta di layar yg bgtu putih n tak ternoda.....
Aku begitu sulit membedakan para elite2 birokrasi, aktivis, tokoh2 yg berjubah agama dengan para petualang dunia malam.
Sebab di gemerlapx dunia malam hampir mereka (sebagian dari elite2, aktivis n tokoh2) ada d tempat2 yg mereka kutuk pada siang hari, entah mengapa??? tapi itu kan wajar krn merekalah yg memiliki akses n dana yg bisa ia hamburkan, terus kenapa sy yg pusing ya???? apakah itu adalh kecemburuanku sj ataukah gugatan dr nurani, wallahuallam. Petualangan dunia malam sangat menggiurkan ia tidak mengenal siapapun apalagi pangkat, jabatan dan sebagaix seakan2 semuax akan tunduk ketika berhadapan denganx, ia sangat mempesona, menawan n sangat menggoda.  Aku kembali teringat dengan catatan seorang alumni UIN syarif hidayatullah (Moemammar Emka) dalam bukux Jakarta undercover yg menceritakan secara gamblang kehidupan dunia malam yg dihiasi dengan tumpahan2 alkohol yang di kelilingi bidadari2 yg sangat menggiurkan nafsu birahi.
Cerita tentang dunia bukan lagi menjadi suatu yg tabu, cerita tentang Dolly (tempat prostitusi terbesar di asia tenggara) yg berada d surabaya hampir semua orang tahu, hotel2 berbintang yg menawarkan hiburan2 ala tmpt prostitusipun sngt mudah di dapatkan, belum lagi daerah lokalisasi khusus utk tempat prostitusi hampir ada d seluruh sudut2 kota di negara ini. Di makassar contohx, tempat lokalisasi yg berada di jln Nusantara siapa yg tidak tahu hampir semua kalangan tahu semua tentang itu,, yg menjadi pertanyaanx adalah siapakah pengunjung2 setia yg memadati tempat2  itu????
Apakah para elite2 birokrasi, aktivis n tokoh2 itu?? ya mungkin jg, ah tp tempat itu (nusantara) kalu utk sekaliber mereka gak mau soalx gak elite sebab tempat itu hanyalah utk mereka kelas menengah ke bawah (low class), terus di mana tempat2 yg di tuju oleh mereka2 yg termasuk dlm kelas menengah ke atas (high class)??? Mungkin tempat mereka itu bukan tempat lokalisasi yg vulgar ya,,,??? Kalu yg tdk vulgar berarti terselubung dong (Rumah bernyanyi, cafe2 hotel dsbgx), kemungkinanx sih bgitu. Iyalah kan mereka lingkaran2 elite. Terus kenapa kalu mereka doyan dgn itu??? Secara sadar sih saya pun sangat keberatan sebab mereka itu adalah org2 yg membuat regulasi bagi masyarakat, tidak selayakx mereka harus bersikap seperti itu.
Ini bukan bukanlah catatan untuk mengutuk melainkan hanya ungkapan kebingungan ku ketika melihat semua itu. Kalu benar seperti itu realitasx, bagaimana mungkin perubahan n pemerataan akan terwujud lalu siapa lagi yg akan kita percaya???
Sekarang mungkin saatx kita mengatakan tidak kepada elite2, aktivis, n tokoh2 yg sperti itu. Ehhhh,,tapi anda akan tergilas oleh kekuatan n kekuasaan yg mereka miliki n anda tidak akan mendapatkan ruang sdikitpun,,,, hahahaha.
Tp gk apa2lah, walau kita tergilas n tersingkir oleh mereka gk apa2, sebab masih ada ruang2 yg lain untuk kita berkreasi n berproses...!!!
Ahhh..... aku pun ragu dengan sikap itu.
Akan adakah sikap itu terpatri dlm setiap nurani generasi muda anak bangsa ini???
Sekali lagi ini bkan kutukan utk mereka melainkan hanya kegelisahanq melihat sikap mereka, mungkin hari ini sy mencerca mereka n esok sy pun akan sperti mereka,,,, Walllahualambissawamm...!!!!
Tapi besar harapanku,,, mudah2an Aku tidak akan seperti itu.


Makassar, Firdaus Djalal pada 23 Januari 2011 jam 1:15
Share on Google Plus

About Firdaus Djalal

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar