Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, dijadikan sentra benih bawang merah nasional untuk memasok kebutuhan benih bagi beberapa provinsi di Indonesia, karena kualitasnya cukup baik. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB Pending Dadih Permana mengatakan, penangkaran benih bawang merah tersebut dilakukan melalui Counterpart Fund Second Kennedy Round (CF-SKR). "Di Kabupaten Bima bawang merah keta monca berkualitas baik, sehingga banyak dipesan baik dari dalam maupun luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura," katanya. Pengembangan bawang merah dilakukan di Kecamatan Sape dan Woha, Kabupaten Bima, sementara di Pulau Lombok di wilayah kecamatan Aikmel dan Sembalun, Lombok Timur. Luas lahan untuk pengembangan bawang merah di kabupaten Bima tercatat Bima 13.663 hektare, yang telah dimanfaatkan seluas 6.710 ha tersebar di Sape, Lambu,W era, Ambalawi, Belo dan Monta. Menurut dia, bawang merah yang dihasilkan oleh para petani di dua kabupaten tersebut memiliki mutu dan ciri khas sendiri, sehingga diminati banyak konsumen baik dari dalam maupun luar negeri. Pending mengatakan, peluang investasi yang ditawarkan dalam upaya pengembangan agribisnis bawang merah di NTB antara lain adalah usaha budidaya dengan pola kerja sama kemitraan dengan petani, melalui penyediaan sarana produksi dan teknologi serta jaminan pemasaran. Selain itu industri pengolahan yang menunjang industri makanan dan pengembangan industri rumah tangga, melalui pengembangan alat-alat pengolahan (seperti bawang goreng) skala kecil. (Ant/ICH)Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, dijadikan sentra benih bawang merah nasional untuk memasok kebutuhan benih bagi beberapa provinsi di Indonesia, karena kualitasnya cukup baik. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB Pending Dadih Permana mengatakan, penangkaran benih bawang merah tersebut dilakukan melalui Counterpart Fund Second Kennedy Round (CF-SKR). "Di Kabupaten Bima bawang merah keta monca berkualitas baik, sehingga banyak dipesan baik dari dalam maupun luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura," katanya. Pengembangan bawang merah dilakukan di Kecamatan Sape dan Woha, Kabupaten Bima, sementara di Pulau Lombok di wilayah kecamatan Aikmel dan Sembalun, Lombok Timur. Luas lahan untuk pengembangan bawang merah di kabupaten Bima tercatat Bima 13.663 hektare, yang telah dimanfaatkan seluas 6.710 ha tersebar di Sape, Lambu,W era, Ambalawi, Belo dan Monta. Menurut dia, bawang merah yang dihasilkan oleh para petani di dua kabupaten tersebut memiliki mutu dan ciri khas sendiri, sehingga diminati banyak konsumen baik dari dalam maupun luar negeri. Pending mengatakan, peluang investasi yang ditawarkan dalam upaya pengembangan agribisnis bawang merah di NTB antara lain adalah usaha budidaya dengan pola kerja sama kemitraan dengan petani, melalui penyediaan sarana produksi dan teknologi serta jaminan pemasaran. Selain itu industri pengolahan yang menunjang industri makanan dan pengembangan industri rumah tangga, melalui pengembangan alat-alat pengolahan (seperti bawang goreng) skala kecil. (Ant/ICH)
- Blogger Comment
- Facebook Comment
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
0 komentar:
Posting Komentar